Kamis, 14 Maret 2013

Kesenian Terebang

 Kesenian terebang gebes berasal dari daerah Bojongbentang, desa Tanjungkerta, kecamatan Pagerageung, Tasikmalaya. Terebang gebes sudah berumur kurang lebih 83 tahun. Orang yang mau bermain terebang gebes harus bisa membuat terebang gebes sendiri, karena tidak ada yang menjualnya. Terebang gebes kuat sampai puluhan tahun.
     Bahan yang dipakai untuk membuat terebang gebes adalah pohon kelapa dan kulit kambing. Ukuran terebang gebes yamg paling besar adalah 1 m, sedangkan yang paling kecil 20 cm. Jumlah terebang gebes ada 11, mulai dari yang paling besar sampai paling kecil.
     Ciri khas pemain terebang gebes, selalu memakai celana panjang berwarna hitam, baju koko warna putih, peci hitam, dan memakai sorban. Selain memegang terebang gebes, pemain juga melantunkan sholawat. Biasanya pemain terebang gebes adalah orang tua dan sudah mahir membaca Al - Qur'an. Terebang gebes berfungsi untuk mengiringi sholawatan.
     Cara memainkan terebang gebes mengikuti irama lantunan sholawat. Terebang gebes biasanya dipertunjukan pada bulan maulid.
    Terebang gebes mula - mula diperkenalkan oleh masyarakat Bojong-bentang pada tahun 1920. Asal kesenian ini dari Istabul, Turki. Menuru sejarah, pedagang Istambul berdagang sambil memperkenalkan kesenian ini ke masyarakat yang menjadi pelanggannya.
     Pertama - tama dari India, lalu diperkenalkan ke masyarakat Indonesia. Masyarakat Bojongbentang kenal dengan terebang gebes dari masyarakat Cirebon, yang sengaja datang ke Pagerageung. Mereka sama seperti para pedagang yang menyebarkan agama Islam.
      Masyarakat Bojongbentang yang mendirikan kesenian terebang gebes adalah Nain Kadir dan Kiai Ahyar. Lalu turun temurun sampai sekarang, kesenian ini masih tetap dipelihara.

kesenian karinding

Alat musik tradisional Jawa Barat ini sedang happening di blantika musik nasional. Selain tadi sempat saya lihat di stasiun tv lokal, STV via acaranya Hebat Euy - yang menampilkan Sunda Wiwitan - saya sebelumnya sudah tertarik setelah Karinding Attack berkolaborasi dengan Uki, Lukman, Reza dan David mengetengahkan beberapa komposisi lagu Peterpan yang dikemas dalam album Suara lainnya.
Sekilas tentang KarindingDilansir dari Wikipedia dijelaskan bahwa Karinding merupakan salah satu alat musik tiup tradisional Sunda. Beberapa tempat yang biasa membuat karinding, antara lain di lingkung Citamiang, Pasirmukti, Tasikmalaya, Lewo Malangbong, (Garut), dan Cikalongkulon (Cianjur) yang dibuat dari pelepah kawung (enau).

Khususnya di Limbangan dan Cililin karinding dibuat dari bambu, dan yang menggunakannya adalah para perempuan, dilihat dari bentuknya saperti tusuk biar mudah ditusukan di sanggul rambut. Dan bahan enau kebanyakan dipakai oleh lelaki, bentuknya lebih pendek biar bisa diselipkan dalam wadah rokok. Bentuk karinding ada tiga ruas.
Cara memainkan karinding adalah dengan disimpan di bibir, terus tepuk bagian pemukulnya biar tercipta getaran atau resonansi suara. Karinding biasanya dimainkan secara solo atau grup (2 sampai 5 orang). Seorang diantaranya disebut pengatur nada atau pengatur ritem. Di daerah Ciawi, dulunya karinding dimainkan bersamaan takokak (alat musik bentuknya mirip daun)

asal usul angklung

Asal-usul

Anak-anak Jawa Barat bermain angklung di awal abad ke-20.
Tidak ada petunjuk sejak kapan angklung digunakan, tetapi diduga bentuk primitifnya telah digunakan dalam kultur Neolitikum yang berkembang di Nusantara sampai awal penanggalan modern, sehingga angklung merupakan bagian dari relik pra-Hinduisme dalam kebudayaan Nusantara.
Catatan mengenai angklung baru muncul merujuk pada masa Kerajaan Sunda (abad ke-12 sampai abad ke-16). Asal usul terciptanya musik bambu, seperti angklung berdasarkan pandangan hidup masyarakat Sunda yang agraris dengan sumber kehidupan dari padi (pare) sebagai makanan pokoknya. Hal ini melahirkan mitos kepercayaan terhadap Nyai Sri Pohaci sebagai lambang Dewi Padi pemberi kehidupan (hirup-hurip). Masyarakat Baduy, yang dianggap sebagai sisa-sisa masyarakat Sunda asli, menerapkan angklung sebagai bagian dari ritual mengawali penanaman padi. Permainan angklung gubrag di Jasinga, Bogor, adalah salah satu yang masih hidup sejak lebih dari 400 tahun lampau. Kemunculannya berawal dari ritus padi. Angklung diciptakan dan dimainkan untuk memikat Dewi Sri turun ke bumi agar tanaman padi rakyat tumbuh subur.
Jenis bambu yang biasa digunakan sebagai alat musik tersebut adalah bambu hitam (awi wulung) dan bambu putih (awi temen). Tiap nada (laras) dihasilkan dari bunyi tabung bambunya yang berbentuk bilah (wilahan) setiap ruas bambu dari ukuran kecil hingga besar.
Dikenal oleh masyarakat sunda sejak masa kerajaan Sunda, di antaranya sebagai penggugah semangat dalam pertempuran. Fungsi angklung sebagai pemompa semangat rakyat masih terus terasa sampai pada masa penjajahan, itu sebabnya pemerintah Hindia Belanda sempat melarang masyarakat menggunakan angklung, pelarangan itu sempat membuat popularitas angklung menurun dan hanya di mainkan oleh anak- anak pada waktu itu.[rujukan?]
Selanjutnya lagu-lagu persembahan terhadap Dewi Sri tersebut disertai dengan pengiring bunyi tabuh yang terbuat dari batang-batang bambu yang dikemas sederhana yang kemudian lahirlah struktur alat musik bambu yang kita kenal sekarang bernama angklung. Demikian pula pada saat pesta panen dan seren taun dipersembahkan permainan angklung. Terutama pada penyajian Angklung yang berkaitan dengan upacara padi, kesenian ini menjadi sebuah pertunjukan yang sifatnya arak-arakan atau helaran, bahkan di sebagian tempat menjadi iring-iringan Rengkong dan Dongdang serta Jampana (usungan pangan) dan sebagainya.
Dalam perkembangannya, angklung berkembang dan menyebar ke seantero Jawa, lalu ke Kalimantan dan Sumatera. Pada 1908 tercatat sebuah misi kebudayaan dari Indonesia ke Thailand, antara lain ditandai penyerahan angklung, lalu permainan musik bambu ini pun sempat menyebar di sana.
Bahkan, sejak 1966, Udjo Ngalagena —tokoh angklung yang mengembangkan teknik permainan berdasarkan laras-laras pelog, salendro, dan madenda— mulai mengajarkan bagaimana bermain angklung kepada banyak orang dari berbagai komunitas.

Selasa, 12 Maret 2013

seni kris

   

gambar clip

   

seni tato


Pengertian Tato Dalam Seni

Secara kebahasaan, tato mempunyai istilah yang nyaris sama digunakan di berbagai belahan dunia. Beberapa di antaranya adalah tatoage, tatouage, ttitowier, tatuaggio, tatuar, tatuaje, tatoos, tattueringar, tatuagens, tatoveringer, tattos, dan tatu. Tato yang merupakan bagian dari body painting adalah suatu produk dari kegiatan menggambar pada kulit tubuh dengan menggunakan alat sejenis jarum atau benda dipertajam yang terbuat dari flora. Gambar tersebut dihias dengan pigmen berwarna-warni.
Dalam bahasa Indonesia, kata tato merupakan pengindonesiaan dari kata tattoo yang berarti goresan, gambar, atau lambang yang membentuk sebuah desain pada kulit tubuh. Di dalam Ensiklopedia Indonesia dijelaskan bahwa tato merupakan lukisan berwarna permanen pada kulit tubuh (1984:241). Sedangkan dalam Ensiklopedia Americana disebutkan bahwa tatto, tattooing is the production of pattern on the face and body by serting dye under the skin some anthropologist think the practice developed for the painting indication of status, or as mean of obtaining magical protection (1975:312).
Konon kata “tato” berasal dari bahasa Tahiti, yakni “tattau” yang berarti menandai, dalam arti bahwa tubuh ditandai dengan menggunakan alat berburu yang runcing untuk memasukkan zat pewarna di bawah permukaan kulit (lihat The American Heritage Desk Dictionary). Anne Nicholas dalam “The Art of the New Zealand” menjelaskan bawah kata tato yang berasal dari kata tattau tersebut dibawa oleh Joseph Banks yang pertama kali bersandar di Tahiti pada 1769, dan di sana is mencatat berbagai fenomena manusia Tahiti yang tubuhnya dipenuhi oleh tato.
Amy Krakov mengungkapkan secara teknis bahwa tato adalah pewarnaan permanen pada tubuh dengan cara diresapkan dengan benda tajam ke dalam kulit (dermis). Secara literer bahasa ekspresi Belanda, tato berarti doe het tap toe yang berarti the signal for closing public houses, given by continuous drum beating or rapping; this rapping or tapping was close to the sound made by early tattoers as they tapped a needle with a small hammer in the process of puncturing the skin.
Proses penusukan jarum dengan tangan (manual) seperti yang diungkapkan di atas hingga kini • masih terdapat di beberapa kebudayaan dunia seperti Samoa, Maori, Mentawai, Burma, hingga Thailand. Dalam bahasa jawa, tato mempunyai makna yang nyaris sama meskipun berbeda, yakni dari kata “tatu” yang juga memiliki kesejajaran makna “luka” atau “bekas luka”, yang menjadi sebuah tanda tertentu dengan kulit lainnya baik di tubuhnya sendiri maupun perbedaan tanda dengan tubuh milik orang lain.
Menurut Kent-Kent, seni tato dapat diklasifikasikan menjadi 5 bagian.
1. Natural, berbagai macam gambar tato berupa pemandangan alam atau bentuk muka.
2. Treeball, merupakan serangkaian gambar yang dibuat menggunakan blok warna. Tato ini banyak dipakai oleh suku Mauri.
3. Out school, tato yang dibuat berupa gambargambar zaman dulu, seperti perahu, jangkar, atau simbol love yang tertusuk pisau.
4. New school, gambarnya cenderung mengarah ke bentuk grafiti dan anime.
5. Biomekanik, berupa gambar aneh yang merupakan imajinasi dari teknologi, seperti gambar robot, dan mesin.4
Dengan bermacam bentuk dan desain, ini menunjukkan sebuah perkembangan tato ke tahap inovasi, sehingga pada kelanjutannya mampu menggeser imej tabu dan jahat menuju ke ekspresi diri yang kreatif dan inovatif.
Pada zaman dulu, orang-orang masih menggunakan teknik manual dan dari bahan-bahan tradisional untuk menato. Orang Eskimo, misalnya, memakai jarum dari tulang binatang. Pasca ditemukannya alat-alat tato modern, orang-orang pun mulai menggunakan jarum dari besi, yang kadang-kadang digerakkan dengan mesin dinamo untuk “mengukir”. Pembuatan gambar tersebut secara garis besar dilakukan menurut dua cara. Pertanza, dengan retas tubuh, yang dalam bahasa Inggris disebut scarification, menggores permukaan kulit dengan benda tajam hingga menimbulkan luka dan tanda (tonjolan) pada permukaan kulit. Kedua, dengan cara melubangi permukaan kulit dengan benda tajam yang runcing sesuai dengan gambar yang dinginkan, kemudian tinta/zat cair berwarna dimasukkan ke bawah permukaan kulit.
Dalam hal penandaan di dalam tubuh, Victor Turner membagi dua macam teknik penandaan, yakni scarification dan cicatrization. Penandaaan pertama menunjukkan teknik penandaan pada tubuh dengan cara penggoresan sehingga menimbulkan beberapa luka yang panjang dan lurus di permukaan kulit tubuh. Sementara, yang kedua menunjukkan penandaan tubuh dengan cara menyobek kulit dan menyumpalkan sesuatu barang ke dalam kulit tersebut. Dalam menghasilkan penandaan pada tubuh tersebut, bahan pewarnanya dapat berupa arang, cat, tinta, pasta, hingga bubuk. Penggunaan tato berdasar dua hal di atas dapat kita jumpai pada masyarakat Kepulauan Paisifik, Afrika, dan Amerika.
Sumber
Tato Oleh Hatib Abdul Kadir Olong

seni lukis wajah

Lukisan Wajah / Lukisan photo (foto) Potret Wajah adalah lukisan dengan obyek wajah seseorang.  
Melukis photo / foto / potret wajah  secara tehnik termasuk yang paling sulit dibandingkan  dengan  melukis obyek lain. Kenapa??

Secara umum yang paling gampang adalah melukis alam benda (still life) , kemudian yang agak lebih sulit melukis pemandangan dan paling sulit melukis obyek manusia . Dan yang tersulit dari yang paling sulit adalah:  Melukis foto / photo / Potret Wajah . Mengapa begitu.?

Lukisan Potret Wajah / Lukisan photo / foto Wajah  mengekpresikan bagian terindah pada diri manusia. Wajah seseorang mampu menyampaikan banyak kesan dan pesan sekaligus, yang dapat diungkapkan melalui lukisan. Kecantikan seseorang terekpresikan melalui wajahnya. Berbagai macam emosi manusia, seperti: kesedihan, kegembiraan, kekecewaan, kemarahan, kebahagiaan, kepasrahan, kepuasan, penderitaan dan lainnya, semua terekspresikan melalui wajah orang. Bentuk dan garis-garis wajah seseorang mampu bercerita banyak tentang diri seseorang. Lukisan Wajah / Lukisan potret wajah menjadi sangat menarik karena dalam lukisan potret wajah  / lukisan wajah selalu ada keunikan dan "kisah" yang bisa terbaca. 

Nah, agar "bisa terbaca kisahnya" dan karena begitu banyak hal yang harus disampaikan oleh pelukis ketika melukis potret wajah / melukis wajah , maka mutlak diperlukan tehnik melukis yang sangat tinggi, juga pengetahuan dan wawasan mendalam tentang kejiwaan, karakter dan karakter manusia, yang terexpresikan melalui wajahnya.

Setelah itu semua, masih ada satu kualitas lagi yang mutlak harus dicapai ketika melukis photo / foto potret wajah , yang tak bisa ditawar-tawar lagi, yaitu harus sama persis / tepat dengan wajah tokoh yang dilukis. Tidak bisa tdak!!!

Dalam praktek sehari -hari disekitar kita, gampang ditemukan pelukis yang bagus dalam melukis alam benda, namun kurang bagus saat melukis pemandangan, dan .... buruk dalam melukis orang dan bahkan tidak mampu saat melukis photo / potret wajah ... Atau ada juga yang bagus saat melukis pemandangan .. tapi tak mampu melukis orang apalagi  melukis foto / potret wajah.  

Lihat artikel / gambar lain yang terkait  langsung topik di atas:
Lukisan Potret Wajah dengan Pesan Khusus yang Unik ..
Melukis Potret Wajah Pengantin .. "sebuah Mission Impossible ..!! "
Dari Jalanan Sampai Lukis Presiden 

GALERI LUKISAN WAJAH / Lukisan POTRET WAJAH
Beberapa contoh lukisan potret wajah  karya Herri Soedjarwanto.



   

 

    

    

Kelahiran Cucu SBY
"Eyang Sumo Haryomo"
Koleksi Museum
Purna Bhakti Pertiwi
(Museum Pak Harto)
pesanan Ibu Tien Soeharto.


Lihat artikel / gambar yang lain pada   Lukisan Potret Wajah ... (Klik disini)


Read more: http://herri-solo.blogspot.com/2012/06/lukisan-potret-wajah.html#ixzz2NJXf7jws